Stratifikasi Sosial

 
1. Stratifikasi Sosial, 

- Max Weber (Kerbo, 1991: 107) memberikan batasan bahwa stratifikasi sosial adalah pengelompokan orang ke dalam strata tertentu.

- Tiga cara dan tahapan strata sosial;

1) Ascribed – tanpa usaha otomatis mendapatkan status sosial. Contoh, jabatan Raden, Ratu, Raja dan lainnya

2) Achieved – dengan usaha yang terencana dan progresif merangkak dari bawah untuk

perbaikan kedudukan melalui perjuangan, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan lainnya

dalam sistim stratifikasi terbuka. Contoh, gelar akademik, jabatan struktural dan jenjang

kepangkatan di pegawai negeri, kepolisian dan lingkungan militer.

3) Assigned – merupakan sinerji antara otomatis dan prestasi. Ini terjadi karena sistim

stratifikasinya bersifat eklektif, campuran terbuka dan tertutup, yang penting kualifikasi

dan kompetensi bersatu dengan kekayaan, kekuasaan dan kewibawaan. Contoh, Gubernur

dan Raja Daerah Istimewa Jogjakarta.

- Stratifikasi sosial bisa bermanfaat bagi pendidikan, penelitian dan pemberdayaan masyarakat, termasuk;

Membantu mengantisipasi konflik sosial, dari perkelahian pemuda antar kampung/desa, genosida, dan perang

Mendeteksi masukan, proses, dan hasil pembangunan sosial, budaya, politik, ekonomi dan idiologi bangsa secara terpadu, progresif and berkelanjutan

Mempercepat pemberantasan kebodohan, pengangguran, dan kemiskinan

4) Merencanakan, melaksanakan kebijakan, program dan anggaran

5) Mengevaluasi hasil pembangunan sosial

f) Menjaga keharmonisan, kohesivitas, dan persatuan bangsa dan negara.

g) Membantu bagaimana masyarakat bisa hidup,

h) Menperluas kesempatan menuju kehidupan lebih baik,

i) Meningkatkan layanan kesehatan mental dan

j) Melayani konseling dan bimbingan manula mencapai harapan panjang umur.

k) Manfaat lain sesuai dengan kondisi dan situasi sosial lainnya.

2. Dasar-dasar Stratifikasi Sosial

- Teknologi 

Teknologi akan menciptakan kesenjangan antara kelas atas dan kelas bawah dalam struktur masyarakat di masa depan. Stratifikasi teknologi terbagi dalam kelompok cerdas teknologi digital (digital technology literates) disingkat KCT, dan kelompok gagap teknologi (digital technology illiterates) disingkat KGT.

- Ekonomi

Perspektif ekonomi yang menganalisa stratifikasi upper class, middle class dan lower class.

- Kepemilikan tanah

Luas tanah dan hasil produksi dari tanah 

menjadi  ukuran seorang pemilik lahan disebut tuan tanah, land lord. Kedudukan mereka di masyarakat dihormati, berulang-ulang, di banyak tempat oleh orang banyak. Sebaliknya petani penggarap, petani penyewa, buruh olah lahan, dan buruh panen akan disebut sebagai kelas bawah.

- Kepemilikan barang berharga (Luxury)

Kepemilikan rumah mewah, mobil mewah, emas dan berlian, deposito, saham, insvestasi modern, tanah, buruh tani, penyewa lahan dan lainnya menjadi ukuran stratifikasi sosial dengan dasar ini. 

- Politik

Stratifikasi kekuasaan dapat dibedakan menjadi lima tingkatan di atas rakyat, yaitu tingkat nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan dan Kelurahan/Desa. 

3. Jenis Stratifikasi Sosial

-     Stratifikasi Gender dan Pengangguran

- Stratifikasi Pendidikan dan Pengangguran

- Stratifikasi Desa – Kota dan Kemiskinan


Materi Diskusi dan Pengembangan: 

* Menerapkan materi stratifikasi sosial pada masyarakat digital 

* Hubungan stratifikasi sosial dengan masalah sosial 

Penulis: Lailatul Fitriyah, Guru Sosiologi MA Tarbiyatul Banin, Pati, Jawa Tengah