Model Pembelajaran Abad 21

Model Pembelajaran Abad 21 adalah sebagai berikut;

- Dicovery learning merupakan pembelajaran peserta didik dengan cara tidak mempelajari sesuatu yang tersaji secara final, tetapi mengorganisir materi belajarnya sendiri, menemukan konsep dan prinsip melalui observasi, mengklasifikasi, mengukur, memprediksi, menentukan dan menginferensi. Masalah pembelajaran disiapkan dan direkayasa oleh pendidik. 

- Projeck based learning merupakan pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media. Peserta didik melaukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, dan sintesis informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar. PjBL menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru bedasarkan pengalaman peserta didik dalam beraktivitas secara nyata. Peran pendidik dalam PjBL adalah sebagai pendamping, motivator, dan fasilitator bagi peserta didik.

- Problem based learning adalah pembelajaran dengan menggunakan masalah sebagai fokus belajar untuk mengembangkan keterampilan memecahkan masalah, penguasaan materi dan regulasi diri. Peran Pendidik sebagai pendamping, motivator dan fasilitator bagi peserta didik dalam belajar dan menyelasikan masalah.

- Self directed learning yaitu pembelajaran yang dilakukan atas inisiatif dan kebutuhan peserta didik dengan objek, perencanaan dan metode belajar yang dipilih sendiri dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, prestasi, dan pengembangan diri sendiri. Peserta didik menyadari kebutuhan dan tujuan belajar, membuat strategi belajar, menilai hasil belajar, dan memiliki tanggung jawab sendiri menjadi agen perubahan dalam belajar. Peran pendidik dengan pembelajaran SDL yaitu sebagai pendamping, motivator, dan fasilitator pembelajaran bagi peserta didik.

- Contekstual learning merupakan pembelajaran peserta didik dengan cara tidak mempelajari sesuatu yang tersaji secara final, tetapi mengorganisir materi belajarnya sendiri,menemukan konsep dan prinsip melalui observasi, mengklasifikasi, mengukur, memprediksi, menentukan dan menginferensi. Masalah pembelajaran disiapkan dan direkayasa oleh pendidik, dan hal inilah yang membedakannya dengan inquiry yaitu masalah bukan hasil rekayasa tetapi apa adanya.

- Game learning yaitu pembelajaran peserta didik melalui bermain peran sebagai penyampai materi pembelajaran dengan menghadirkan peran-peran yang dalam dunia nyata ke dalam sutau pertunjukan peran di dalam kelas, kemudian dijadikan sebagai bahan refleksi peserta didik untuk memberi penilaian terhadap hasil belajarnya. Peran pendidik yaitu sebagai pendamping, memberi contoh peran tertentu, motivator, dan fasilitator pembelajaran bagi peserta didik

- Cooperative learning merupakan pembelajaran peserta didik dalam interaksi social dan saling ketergantungan positif dalam kelompok kecil antara 4-6 orang dalam struktur kelompok yang heterogen untuk memperoleh kemampuan yang sama. Peran pendidik dalam pembelajaran CL yaitu sebagai pendamping dan fasilitator pembelajaran bagi kelompok belajar peserta didik.

- Collaborative learning merupakan pembelajaran yang menempatkan belajar dengan interaksi sosial dalam kelompok kecil yang heterogen, peserta didik saling bertukar pikiran dan perasaan, bertanggung jawab atas tindakannya masing-masing, saling menghargai dan memberikan dukungan dalam kelompoknya. Peran pendidik dalam menerapkan CbL adalah sebagai pendamping, motivator dan fasilitator bagi kelompok belajar peserta didik.

- Group discution learning merupakan pembelajaran di mana peserta didik belajar dengan cara berbagi ide dan pendapat dalam kelompok kecil antara 3-5 orang, peserta didik memperoleh pengetahuan dan pengalaman belajar yang sama. Peran pendidik sebagai pendamping, motivator, dan fasilitator bagi kelompok peserta didik.