Gejala Sosial

1. Gejala sosial pada dasarnya adalah sebagai peristiwa-peristiwa yang terjadi di antara dan oleh manusia, baik secara individu maupun secara kelompok. Adanya saling keterkaitan antara perilaku individu satu dengan individu lain itu juga disebut sebagai gejala sosial. Gejala sosial tersebut tidak lepas dari adanya aktivitas yang ada dalam masyarakat, dan aktivitas tersebut berpengaruh terhadap individu. Gejala sosial tersebut ada di luar individu yang berpengaruh pada keyakinan, keinginan motif berperilaku dari anggota masyarakat. Selanjutnya perilaku individu itu disebut sebagai tindakan sosial. Jika dalam masyarakat kita dapati, dimana tindakan-tindakan individu tersebut menyatu, maka hal itu bisa disebut sebagai perilaku kolektif.

2) Tindakan sosial merupakan tindakan yang memengaruhi atau dipengaruhi oleh orang lain. Contohnya adalah tindakan orang yang melempar batu, dekat dengan orang yang memancing, lalu membuat orang yang memancing tersebut marah dan terganggu karena ikannya akan menjauhi pemancing. 

3) Sedangkan perilaku kolektif adalah suatu aktivitas yang melibatkan sejumlah besar orang yang tidak direncanakan, dan

sering kali bersifat kontroversial dan juga tidak jarang membahayakan. 

4) Terdapat tiga pendekatan untuk melhat perilaku kolektif, yaitu: Teori Penyebaran,

Teori Konvergensi dan Teori Kemunculan Norma. 

5) Beberapa bentuk perilaku kolektif, antara lain;

- Perilaku kerumunan, memiliki bentuk yaitu hadirin (Audience), kerusuhan (Riot), pesta pora (Orgi), dan Kepanikan (Panic). 

- Perilaku Massa memiliki bentuk Desas-desus, Gaya dan Mode, Perilaku Keranjingan dan Histeria Massa.

- Publik dan Pendapat Publik

6) Gerakan dikategorikan menjadi empat tipe, yaitu: Alternative Movement, Redemptive

Movement, Reformative Movement dan Transformative Movement. 

7) Bentuk dari Gerakan sosial bisa: Gerakan Perpindahan, Gerakan Utopia, Gerakan Reformasi, Gerakan Ekspresif, Gerakan Revolusioner dan Gerakan Perlawanan